Tiga kebakaran lahan di Natuna, dalam satu hari

Natuna – Kebakaran lahan di kabupaten Natuna kembali terjadi, di antaranya lahan lingkungan Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Ranai, Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) atau Balai Latihan Kerja (BLK) dan lahan di sekitar RSUD Natuna.

“Tiga titik itu terbakar terjadi kebakaran dengan kurun waktu yang hampir sama,” kata Syawal, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Natuna kepada Antara News di Ranai, Kamis (10/1)

Kebakaran lahan diketahui bermula pada pukul 13.00 WIB di lahan milik MAN 1 Ranai dengan luas sekitar 1 hektare, pukul 13.30 WIB lahan dekat BLK dengan luas 1 hektare dan pukul 14.00 WIB lahan sekitar RSUD Natuna.

“Sampai sore ini kebakaran di semua titik sudah bisa kita atasi dengan menurunkan 1 armada untuk masing-masing lokasi, 10 anggota di masing-masing titik, kecuali di area reli atau stasiun TVRI atau area RSUD itu kita kerahkan 15 orang Anggota,” jelasnya.

Indikasi penyebab kebakaran, dijelaskannya, kemungkinan akibat pembersihan lahan dan aktivitas lainnya.

“Kami duga itu ada aktivitas pembakaran sampah atau pembersihan lahan, atau juga akibat membuang puntung rokok sembarangan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, untuk Januari saja sudah 4 kali terjadi kebakaran lahan dan 1 kali kebakaran di wilayah pemukiman.

“Kita berharap tahun ini jauh menurun dibandingkan tahun lalu, 2018 rentang waktu Januari sampai Februari saja 30 kali, baik lahan kosong maupun pemukiman,” kata Syawal.

Untuk itu, Ia mengharapkan kepada semua masyarakat untuk dapat saling menjaga agar tidak membakar lahan atau sampah sembarangan.

“Untuk kita sendiri selaku petugas tetap melakukan langkah-langkah sigap, upaya lain juga kita perkuat personel termasuk melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Damkar memiliki 76 Anggota terbagi 2 regu di antaranya penanganan 30 orang, penanggulangan bencana ada 20 orang, selebihnya staf di kantor dan bagian pendukung lainnya, ujarnya.

Menurutnya, kekurangan sarana pendukung juga menjadi kendala dalam penanganan kebakaran dengan cakupan wilayah yang sangat luas.

“Seharusnya cakupan wilayah perkotaan dengan jarak 7,5 km sudah harus ada pos pembantu, atau unit perwakilan terpadu, khususnya di luar Pulau Bungaran,” harapnya.

Saat ini, Pos Damkar belum ada sama sekali untuk wilayah Kecamatan Midai, Suak Midai, Serasan, Serasan Timur dan Sedanau.

“Untuk di Sedanau, Serasan dan Midai sudah kita usulkan, tergantung kemampuan anggaran daerah, tiga wilayah itu kita lihat sangat rawan,” kata Kadisdamkar.

Terkait kebakaran besar yang terjadi di PLN Ranai, Syawal juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga bisa mengatasi kebakaran tersebut. (Ant)