Dua PMA Perluas Usaha di Batam

Batam, Kepri – Dua Penanam Modal Asing (PMA) melakukan perluasan usaha di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau dengan nilai investasi USD9 juta dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 390 orang.

General Manager Affair PT Batamindo Investment Cakrawala, Tjaw Hioeng mengatakan, dua perusahaan tersebut bergerak dibidang manufacturing akan melakukan perluasan di Kawasan Industri Batamindo.

“PT Rubycon Indonesia melakukan ekspansi dengan nilai investasi USD4 juta,” kata Tjaw di Batam, Kamis (7/2).

Kata dia, perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahan besar yang sudah lama beroperasi di Kawasan Industri Batamindo.

PT Rubycon Indonesia lanjutnya telah beroperasi sejak 1994 perusahaan asal Jepang tersebut terus berkomitmen untuk menambah investasinya di Batam.

“PT Rubycon Indonesia akan melakukan penambahan tenaga kerja baru sekitar 250 orang dan akan menyewa gedung baru di Kawasan Industri Batamindo,” ujarnya.

Kata dia, PT Rubycon saat ini memiliki sekitar sembilan gedung di Batamindo.
Saat ini lanjutnya total investasi perusahaan tersebut sebesar USD 25.890.235 dan total karyawan 1.041 orang.

Kata dia, perusahan lainnya yang juga melakukan ekspansi di tahun ini adalah PT Excelitas Technologies Batam, dengan nilai investasi USD5 juta. 

“PT Excelitas akan merekrut tenaga kerja baru sekitar 140 orang,” katanya.

Kata dia, perusahaan pembuat sensor tersebut menilai bahwa Kota Batam merupakan kawasan yang sangat strategis untuk pengembangan usahanya.

Selain itu lanjutnya ada perusahan baru asal Jepang yang akan segera melakukan produksi yakni PT Maruho Hatsujyo Batam, dengan nilai investasi sekitar USD1,6 juta dan menyerap tenaga kerja 70 orang. 

“Modal usaha yang ditanamkan memang tidak banyak, hanya saja PMA seperti ini pada umumnya memang untuk awal investasi tidak terlalu banyak,” jelasnya.

Perusahaan baru lainnya asal Hongkong yaitu PT Simatelex Manufactory Batam yang bergerak dalam bidang manufaktur industri peralatan listrik rumah tangga dan industri peralatan elektrotermal rumah tangga dengan nilai USD3,2 juta.

Dengan total karyawan sebanyak 120 orang untuk tahap awal telah mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“PT Simatelex Manufactory Batam baru selesai mengurus perizinan melalui sistem online single submission (OSS) dan akan menempati tiga gedung di Kawasan Industri Batamindo,” katanya.

Menurutnya perusahan lain yang membuka pabrik di Batamindo adalah Pegatron. 

“Tapi saya belum tahu berapa tenaga kerja yang akan direkrut, untuk bidang usahanya produk smarthome,” katanya.

Di dalam Kawasan Industri Batamindo sendiri saat ini ada sekitar 70 perusahaan yang mayoritas adalah PMA dan ada sekitar 60 hektar lahan yang belum di bangun. (Ant)